Selasa, 15 Maret 2022
IGEN Batch 2.0 : How to Speak Up with Confidence
Hai guys! Pagi ini aku mau sharing nihh ke kalian, ilmu yang semalam baru saja aku dapat dari virtual-meet Inspiring Generation Batch 2.0 yang bertajuk "How to Speak Up with Confidence". Narasumber kali ini bernama Kadek Dwi Widyantari Utami, atau biasa dipanggil Widya yang merupakan seorang lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana yang kini dikenal sebagai seorang Profesional MC, Host, Moderator, dan TV Presenter. Selain memiliki paras ayu nan manis, menurutku kak Widya juga sangat pintar. Bagaimana tidak? Di usia nya yang baru 22tahun, kak Widya sudah mempunyai segudang pengalaman di bidang Public Speaking/Broadcasting dan juga memiliki banyak sekali achievement, salah satunya adalah menjadi Juara 1 Lomba MC se-Provinsi Bali dalam Bali Creative Competition pada tahun 2021. Wowww sangat menginspirasi yah guysss
Sebelum ke pembahasan, kak Widya pertama-tama mengajak seluruh partisipan untuk menebak beberapa foto dari Public Speaker ternama. Seperti Najwa Shihab, dan Barack Obama. Tentunya, semua partisipan serentak menjawab di kolom chat dengan benar. Kak Widya pun akhirnya menjelaskan bahwa hal tersebut berguna untuk siapa saja yang ingin menjadi public speaker. Mengapa? Karena, sebelum menjadi public speaker, kita harus tahu siapa saja public speaker hebat. Dan dari situ kita bisa memilih siapa yang akan kita jadikan role model.
Lalu, kak Widya menjelaskan suatu fakta yaitu, tidak ada seorangpun yang dilahirkan sebagai speaker. Karena, kemampuan public speaking adalah skill yang terus diasah dan dilatih. Faktor pembentuk dari skill public speaking ada tiga, yaitu Lahir, Lingkungan, dan Latihan. Ketiga faktor ini saling berkesinambungan, karena, walaupun seseorang dilahirkan dengan anugerah skill komunikasi yang baik, namun, apabila tidak berada di lingkungan yang tepat, maka tentu anugerah itu akan terus terpendam di dalam dirinya. Atauuu, misal ada seseorang yang memang sudah di anugerahi skill berkomunikasi yang baik dan memiliki lingkungan yang supportif, tapi ia tidak pernah latihan... Yaaa sama saja tidak terasah dengan baik :)
Setelah itu, kak Widya pun memutar video motivasi dari seorang MC hits, yaitu Pandji Pragiwaksono. Di video tersebut, Pandji mengatakan bahwa hanya ada dua Pandji Pragiwaksono, yang satu adalah Pandji Pragiwaksono sebelum "Kena Deh" dan Pandji Pragiwaksono setelah "Kena Deh." Pandji di video tersebut menjelaskan bertahun-tahun lalu ia hanyalah seorang penyiar radio biasa. Namun, ada saat dimana hidupnya berubah saat satu PH membeli hak izin siaran sebuah acara reality show dari AS berjudul Oblivious yang akhirnya diadaptasi oleh Indonesia menjadi acara Kena Deh!
Pada saat itu castinglah banyak penyiar. Saat itu Pandji baru saja pindah dari Bandung ke Jakarta. Sehingga dia tidak ikut casting untuk jadi penyiar acara Kena Deh.
Setelah beberapa minggu, Talent Koordinator acara tersebut yang bernama Tasya ditanya oleh boss nya "Gimana sudah casting belum, sudah dapat penyiarnya?" Tasya menjawab sudah, tapi meminta waktu satu minggu karena ada satu penyiar yang lagi dia cari tapi belum dapat. Seminggu kemudian casting dilanjutkan tapi Tasya belum juga menemukan penyiar yang dia maksud. Boss nya pun berkata kepada Tasya, apabila dalam satu hari ia belum menemukan penyiar nya, maka acara akan tetap dilanjutkan tanpa penyiar rekomendasi dari Tasya. Dewi Fortuna berpihak kepada Tasya, ia langsung mendapat contact Pandji, lalu Pandji pun ia ikutkan casting menjadi penyiar acara Kena Deh dan lolos hari itu juga. Hidupnya pun berubah drastis. Setelah satu tahun lamanya, Pandji baru mengetahui cerita tersebut. Sontak, ia pun bertanya kepada Tasya "Berarti lu segitu ngototnya rekomendasiin gue? Kenapa?" dan Tasya pun menjawab "Karena gue dulu pendengar setia lu di Bandung, gue tahu lu dulu di Bandung pernah ngebawain acara yang mirip banget sama acara Kena Deh."
Pandji dalam video itupun menjelaskan bahwa berarti ada sebuah moment dimana Tasya tak sengaja mendengarkan gua untuk pertama kalinya." Dia lagi ganti-ganti frekuensi ketemu siaran gue. Kebetulan siaran gue bagus. Terus dia putuskan "ah gue dengerin lagi deh setelah lagu" terus dia dengerin lagi, masih bagus. Terus "ah gue dengerin deh sampai dia selesai siaran" masih bagus. Besoknya dia dengerin lagi, masih bagus."
"Terus dia bilang, "gue dengerin seminggu" seminggu dengerin gue siaran dia masih suka. Terus dia bilang, gue jadi pendengarnya Pandji. Dan jadi pendengar setia."
"Tapi bayangin, bagaimana kalau dia lagi ngutak-ngatik frekuensi dan nemu gue siaran pertama kali, dan saat itu gue siarannya jelek karena males-malesan, gak disiplin, mood-mood an, mungkin gak dia dengerin gue selama siaran, mungkin gak dia dengerin gue selama seminggu, mungkin gak dia jadi pendengar setia gue?"
"Gue baru ngeh, bahwa hidup gue ditentukan dalam satu buah lima menit. Sebab penyiar siaran antara satu sampai lima menit. Yang ternyata kalau selama lima menit itu gue jelek, hidup gue gak akan kayak sekarang."
Banyak orang bertanya pada Pandji, kenapa ada yang sukses dan ada yang gagal. Menurut Pandji, manusia gagal karena sering menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Contohnya, karena penontonnya sedikit jika kita seorang penyanyi, karena yang baca sedikit jika kita seorang penulis dll. Atau mungkin karena kita merasa orang yang melihat kita bukan orang-orang penting. Padahal Pandji pun tak tahu bahwa pendengarnya adalah seorang mahasiswi Unpad yang suatu hari akan menjabat disalah satu PH. Tapi dia tetap disiplin dalam pekerjaan. Mau ditonton 50 orang atau 100 orang, mau dibaca 2 atau 2000 orang, mau di depan pejabat penting atau dihadapan orang biasa bukankah harusnya kita menampilkan kualitas yang sama bagusnya?
Saat video tersebut sudah selesai diputar, aku dapat mengambil kesimpulan bahwa kita harus selalu disiplin, profesional, dan jangan pernah berhenti untuk memberikan yang terbaik. Hal ini tidak hanya berlaku untuk para Public Speaker tetapi juga untuk profesi lainnya, kita harus berdedikasi tinggi pada apa yang kita kerjakan. Stop mengerjakan dengan ala kadarnya alias asal-asalan.
Back to the topic, kak Widya menjelaskan bahwa di dalam ilmu Public Speaking, waktu yang paling penting saat berbicara di depan umum adalah 5menit pertama. Makanya kita sering lihat di webinar, seringkali MC memberikan opening berupa pantun, pertanyaan, atau terkadang quotes untuk menciptakan engagement kepada viewers. Karena di 5 menit pertama inilah yang sangat mempengaruhi pembicaraan kedepannya. Lalu, selain 5 menit pertama, point penting Public Speaking yaitu :
1. Prepare
2. Know exactly how you're going to
3. Posture and Physicality
4. Pander to your audience
Namun, bukan suatu rahasia umum bahwa sebenarnya masih banyak yang 'takut' akan berbicara di depan umum. Tak usah jauh-jauh, aku pun yang padahal sudah duduk di semester 7 Fakultas Ilmu Komunikasi (yang artinya sebenarnya sudah sangat lama belajar matkul wajib Public Speaking) masih suka gugup saat harus menyampaikan presentasi dan masih suka berbicara terbata-bata saat harus menyampaikan pendapat atau rancangan program kerja ku di suatu organisasi yang aku ikuti. Yang lebih parah, ada saat dimana aku ingin mengajukan pertanyaan (khususnya di kelas GYI kemarin huhu) tapi tidak ada keberanian untuk memencet tombol raise hand. Huhu sepertinya aku salah jurusan kuliah deh, masa mahasiswa Komunikasi virtual-meet aja takut wkwkw cupu banget yahhh mungkin karena kebanyakan bekerja dan berwirausaha (Alhamdulillah aku sudah memiliki mini-studio sendiri) jadi matkul Public Speaking belum bisa diaplikasikan baik denganku :( bantu doakan agar secepatnya aku bisa mengatasi ketakutanku yahh, guys!
"Ihhh chika, gitu aja kok takut sih? Payah!" pasti ada salah satu dari kalian yang berfikir seperti itukan? Eitss jangan salah, yang punya ketakutan akan berbicara di depan umum bukan aku aja loh, guys. Kak Widya memberikan tabel yang kalian bisa lihat sendiri bahwa, ketakutan berbicara di depan umum menjadi peringkat nomer 1 hal yang ditakuti oleh banyak orang.
Lagipula, sebenarnya terkadang aku bisa juga kok berbicara di depan umum. Bukan yang zero banget. Tapi yaa gitu deh, sering banget ga sengaja kesebut Filler Words nya padahal pas sblm tampil lancar banget, ehh gataunya langsung nge-blank pas ngerasa diliatin sama semua orang :)
Luckily, kak Widya memberi tips nihh untuk mengatasi hal tersebut, yaitu, ganti "emmmm" dengan jeda sambil tersenyum. Atau, bisa juga perlambat tempo bicara.
Kami juga diberi tips menghilangkan Filler Words ala kak Widya dengan cara :
1. Terus berlatih berbicara di rumah
2. Apabila di rumah ada suatu barang, cobalah improvisasikan barang tersebut
3. Rekam setiap improvisasi kamu
4. Putar kembali dan hitung berapa banyak filler words yang ada
5. Setelah itu, improv lagi,
6. Kembali ke step 4 sampai filler words benar-benar hilang
Waahh jadi ingin mencoba tips nya dehh! terimakasih banyak untuk kak Widya atas ilmu nya, sungguh ilmu beserta tips-tips dari kakak sangat bermanfaat sekali dan tidak sabar untuk segera aku praktikkan hehehe... Sukses selalu kaaaa❤
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Hai guys, kali ini gue mau curhat nih guys. Curhatan gue kali ini tentang FLS2N! Yap, Festival Lomba Seni Siswa Nasional! FLS2N sendiri me...
-
Hi gengz! Kali ini, gue mau sharing pengalaman asyik gue nih, gengz! Pengalaman asyik apasih? Kuy di simak! Jadi gini gengz, waktu hari mi...
-
Hai guys! Pagi ini aku mau sharing nihh ke kalian, ilmu yang semalam baru saja aku dapat dari virtual-meet Inspiring Generation Batch 2.0 ya...
-
Hai guys , ketemu lagi nih sama gue, pacarnya Niall Horan! Hahaa, gak terasa ya udah hampir sebulan gue gak nongol disini, pasti pada kangen...
-
Hai guys, kali ini aku mau cerita nihhh kalau aku lagi happy banget karena semalam aku baru saja berkesempatan hadir di virtual meeting BM A...
-
Aku Chikita Aulia Putri. Sering dipanggil Chika, Chiki, Chita, atau Chikita. Tidak familiar dengan namaku? Okay, mungkin kalian familiar...
-
Hai guys, welcome back to my blog! Di postingan gue kali ini, seperti biasa gue mau curhat. Yak lo semua tau lah ya kalo emang ini blog is...
Pages - Menu
Blogger templates
My Visitor's
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Pages
Author
- Chikita Aulia Putri
- Mudah tertarik, mudah menyukai, mudah pula bosan. Sangat sulit untuk untuk jatuh cinta, tetapi jika sudah jatuh cinta takkan bisa melupakan.
©
Cla's Random Thoughts | Blogger Template by Enny Law
Tidak ada komentar:
Posting Komentar