Minggu, 14 April 2013

My Story at FLS2N!


Hai guys, kali ini gue mau curhat nih guys. Curhatan gue kali ini tentang FLS2N! Yap, Festival Lomba Seni Siswa Nasional! FLS2N sendiri merupakan agenda tahunan Kementerian Pendidikan Nasional yang dimulai tahun 2008.Tujuan dari FLS2N ini adalah untuk memfasilitasi dan memotivasi peserta didik yang mempunyai bakat di bidang seni, agar dapat meningkatkan skill dan kemampuan sesuai dengan bidang seni yang dimilikinya. Kegiatan ini juga dalam rangka pembentukan sikap/karakter yang penuh dengan kreativitas, rasa persahabatan dan kebangsaan yang tinggi antar sesama peserta didik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Syarat untuk mengikuti FLS2N adalah sbb :

1.  Siswa kelas VII atau VIII yang masih berstatus sebagai siswa SMP saat mengikuti lomba.



2.  Terpilih sebagai peserta terbaik dari setiap jenis/cabang  lomba, tingkatan lomba.

Nah, mungkin, sebagian dari lo semua pada bingung kan, kenapa gue ngebahas tentang FLS2N? Okesip, gue jelasin. Waktu hari Kamis pada tanggal 11 April 2013, gue baru aja mengikuti sebuah lomba cerpen di SMPN 1 Ciawi, kabupaten Bogor yang ternyata saat gue liat posternya bernama FLS2N. Disana, gue happy banget. Karena selain mendapat pengalaman, gue juga bisa menemukan banyak cogan! *digeplak
Tapi, walau begitu gue juga kesel karena ada sesuatu hal yang gak biasanya. Dan, mungkin gue gak bisa jelasin apa ‘hal’ itu. That’s my privacy, bray!

Ok, back to the story, FLS2N itu ternyata terdiri dari banyak lomba loh. Mulai dari lomba menyanyi, menulis puisi, vocal group, menulis cerpen, cipta lagu, tari, membaca al - qur’an , mendesain batik, sampai lomba story telling. Di sekolahku sendiri, yang terpilih untuk mengikuti lomba menulis puisi adalah sang master pencipta puisi, yaitu Dian Nurmalia. Sebenarnya, ada lagi salah satu siswa yang banyak menciptakan puisi bagus dan disarankan untuk mengikuti lomba itu. Tapi dasar nyebelin, dia malah menolak. Pftt..

Ohya, untuk lomba vocal group, guru kami mempercayakan kepada Iqbal, Agy, Adel, Nadya dan salah satu anak kelas 9 yang sering dipanggil Kak Opay *kalogaksalah. Lalu untuk lomba menulis cerpen, guru bahasa Indonesia yang tak lain dan tak bukan adalah walikelas gue mempercayakan gue, Devia, Lulu, dan Mita untuk ikut lomba tsb. Lomba desain batik kepada Nuriana dan Siti Badiah, lomba tari kepada Annisa Bella, Bilqis, Rana, Diba, Eugen. Terakhir, lomba Story Telling dipercayakan kepada Farhan Setiawan.

Hmm, for your information guys, gue sempet stress saat gue tau peraturannya itu harus sampai di lobby sekolah pada pukul 6 pagi. Oh my... Lo semua tau kan kalo gue bangunnya siang?! Terus, gimana dong gue? Masa iya gue harus ngundurin diri ke guru atau masa iya gue harus nginep di sekolah gue ditemenin hantu – hantu penjaganya? Bisa – bisa gue gaada yang nemenin di sekolahan , karena hantu penjaganya bakal kabur kalo liat gue! Oh my...

Akhirnya, gue bikin strategi. Saat sehari sebelum perlombaan, gue ga tidur siang biar malemnya gak insomnia, lalu bisa bangun cepet. Dannn... YUPI! Eh salah, maksud gue YIPI! gue berhasil. Gue bisa bangun pukul 03.34am , tepat saat alarm gue bunyi. That’s so amazing for me, aii~

Dan setelah gue bangun, gue langsung mandi. Setelah mandi, gue prepare. Terus gue breakfast. Dan, setelah itu gue main facebook sampe jam setengah enam. Dan saat jam setengah enam mama gue langsung nelpon nomer (021)2650-9000 untuk pesan taxi. Dan lima menit kemudian, taxi pun datang. Dan gue sama Mama gue masuk. Terus Mama gue langsung nyuruh Pak Supir nya untuk jalan ke SMPN 3 Gunung Putri, alias sekolah tercinteeeh gue.

Dan, saat sampai, gue langsung masuk sendirian. Mama gue? Ya pulang kerumah! Dan, betapa terkejutnya gue. Ternyata oh ternyataaaa... DISANA GAK ADA ORANG CUY! Gue langsung ngangkat tangan kiri gue untuk melihat jam tangan yang gue taruh ditangan kiri gue. Padahal udah hampir jam 6am, tapi belum pada dateng bray! Eghhhh!

Tapi tiba – tiba pintu lobby terbuka. Gue mulai merinding. Apa mungkin ada setan yang muncul pagi – pagi? Atau, apa seangker itukah sekolah gue, sampai bisa – bisanya ada hantu penunggunya? Beribu pertanyaan dikepala gue pun mulai muncul. Tapi tiba – tiba terjawab saat gue denger suara yang memanggil gue. Oh, gue kenal suara itu. Gue mulai berani  menoleh ke belakang dan, hhh.. ternyata Iqbal.
Gue langsung berlari kecil ke lobby. Terlihat oleh kedua mata ini *hahasekk* dua orang yang gue bener – bener kenal. Mereka adalah Iqbal yang tadi gue kira setan dan Eugene. Gue langsung menyapa mereka satu persatu lalu duduk di sofa lobby. Gue langsung merogoh BB gue dari dalam tas kesayangan gue yang bermerk polo dan mulai mengirim pesan ke Viar yang kurang lebih, isinya seperti inih


Vi, lo lagi dimana?
Gue udah sampe di sekolah nihhh


Lalu, beberapa menit kemudian, bukannya SMS gue dibales, malah Viar udah dateng! Yeay! Setelah itu, gue sama dia ngobrol sampe semua peserta dateng. Sebelum semua peserta dateng, kita – kita nonton Spongebob Squarepants yang setiap pagi selalu menyapa penonton Global TV. Yeay!

Singkat cerita, saat semua peserta udah pada ngumpul, kita – kita langsung berangkat. Sebagian di mobil Pak Syawal dan sebagian di mobil Bu Tri. Dan gue sendiri kebagian ikut mobil Pak Syawal.
Perjalanan ke SMPN 1 Ciawi kami lewatkan dengan banyak perbincangan dan celotehan. Hingga tak terasa, kami sampai disana. Ternyata, perjalanan dari sekolah gue ke SMPN 1 Ciawi memakan kurang lebih 1,5 jam. Lama juga ya, bray?

Setelah sampai, gue langsung turun dari mobil Pak Syawal. Dan pandangan mata gue pertama kali menangkap 3 orang cogan yang berasal dari salah satu sekolah Islam terkenal di Cibubur. Namanya? Adadeh :p

Gue langsung jalan bareng temen – temen. Disana kami mendaftar ulang, lalu mencari ruangan lomba masing – masing. Dan kalo gak salah, lomba cerpen yang gue dan ketiga temen gue ikuti itu berada di kelas 7H. Dan saat baru mau masuk, ternyata ruangan itu penuh. Viar yang gak tahu kalo ruangan itu penuh dengan PD nya langsung masuk aja dan ternyata benar! Ruangan itu penuh! Dengan watados- nya Ia segera keluar ruangan itu. Akhirnya kami kebingungan dan segera menanyakan kepada panitia dimana ruangan untuk perlombaan cerpen yang masih kosong. Dan dengan ramahnya, Ia menunjukkan sebuah ruangan tepat disebelah ruang kelas yang penuh tadi. Akhirnya kami berempat masuk kedalam ruangan itu. Dan... PAS! Ada empat buah kursi kosong disana! Gue pun memilih duduk bersama Viar, dan Lulu bersama Mita.
Tak lama kemudian, sang pengawas lomba cerpen datang. Ia membagikan selembar kertas folio bergaris dan membacakan temanya. Kalo gak salah, temanya itu ada karakter – karakter bangsanya gitu. Gue lupa banget. Soalnya panjaaaaaaaaaaang banget temanya. Dan oh my.. Waktunya cuma dua jam! Zzzz lieur aing mah :s

Dan dua jam kurang lima belas menit gue lewati dengan santai. Tapi, aahh! Lima belas menit terakhir gue lewati dengan kondisi writer block. Aaahhh, golok mana golok?! Gue mulai resah, gelisah. Keringat mulai bercucuran. Kertas folio itu pun mulai basah. Apalagi saat Viar sudah selesai dengan cerpennya, lalu mengumpulkan kepada Ibu Pengawas. Hhh, makin puyeng guee!
Dan, akhirnya dengan otak pas – pasan, gue selesain tuh cerpen. Fufufu, ciatt ciatt, akhirnya tuh cerpen selesai tepat di dua jam. Fiuhh..

Selesainya mengerjakan cerpen, gue dan ketiga teman gue langsung kearah panggung lomba tari. Dan yay! Tepat waktu! Pas banget saat Gue , Mita , Viar dan Lulu kesana, grup tari dari SMP gue maju menarikan lagu ‘Jali – Jali’ dari daerah Betawi. Pertama – tama sih berjalan dengan mulus, tapi tak disangka, Sound System nya malah bermasalah. Lagunya salah pula. Aduh! Tapi setelah Sound System – nya dibenerin, semuanya berjalan  dengan lancar.

Then, setelah melihat aksi penampilan tari mereka, kita – kita langsung ke atas, ke ruangan vocal group . Disana, ada Iqbal, Adel, Agy, dan kak Opay. Ternyata eh ternyata, mereka udah selesai tampil! Akhirnya, kita kebawah dan mencari ruangan mendesain batik. Kita berniat untuk mencari Badiah dan Nuriana. Tapi ternyata? Mereka udah gak ada diruangan! O Em Jeeeh! Kesel bray!

Karena gatao mau ngapain, akhirnya gue, Viar dan Lulu pun naik ke atas, lagi. Gue langsung ngintip dari jendela untuk melihat penampilan vocal group yang saat itu sedang maju. Dan aih, gue meleleh. Ada cogan. LAGI! Oh em jeeh, dia cool abis. Diantara temen – temennya cuma dia yang paling cool , karena emang dia cool dan temen – temennya gak ada cakep – cakepnya. Haha. LOL! Mata gue pun terus merhatiin dia. Aih, gue sepertinya lagi kena yang namanya ‘jatuh cinta pada pandang pertama’ , ahaydeu! Setelah dia selesai tampil, gue pun kehilangan jejak si cogan itu. Hmm, gak jodoh emang :(

Singkat cerita, akhirnya kami pulang. Kami pulang agak lama, karena kami harus menunggu Farhan yang sedang mengikuti lomba Story Telling. Setelah Ia selesai dengan Stroy Telling – nya, kami pun pulang. Hufftt, berat rasanya meninggalkan SMPN 1 Ciawi. Garela abis sumpah. Lo tau kan karena apa? Hihi!

Setelah itu kami pulang. Di perjalanan pulang, gue bener – bener gak kuat nahan pipis because what, si Adel itu ngelawak mulu! Ahaha..
Dan setelah hampir satu setengah jam lamanya, kami sampai di sekolah asal kami, SMPN 3 Gunung Putri. Disana, kami berlari – larian ke toilet berebut pipis. Lalu ke kantin sekolah. Tapi dasar sial, kantin ternyata sudah tutup! Kami pun baru menyadari bahwa memang waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Kami pun segera memberi tahu guru yang sedang bertugas untuk membunyikan bel agar bel itu segera dibunyikan. Dan TRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING, bel berdering kencang. Semua anak kelas tujuh segera berlarian keluar dari pintu kelasnya. Aku dan teman – teman pun juga segera pulang. Then, this is the ending of my story.. Laffya gengz! 


Jumat, 05 April 2013

Im? New Taekwondoin!

Hai guys, ketemu lagi nih sama gue, pacarnya Niall Horan! Hahaa, gak terasa ya udah hampir sebulan gue gak nongol disini, pasti pada kangen ya sama gue? Ya kan? Ya kan? Ya Doooong! Okesip, maksa banget ya gue-_-
Emm oke, kali ini gue mau curhat. Curhatan gue kali ini gak jauh beda dari yang kemaren kemaren, yaitu tentang sekolah gue, tapi lebih detilnya gue mau curhat tentang sebuah ekstrakulikuler atau yang lebih akrab disebut ekskul yang akhir - akhir ini gue tekuni. Taekwondo. Ya, sebuah olahraga kesenian bela diri yang berasal dari Korea ini termasuk salah satu ekstrakulikuler di sekolah gue yang banyak mencetak prestasi. Then, ekskul yang satu ini bergabung dengan sebuah klub yang bernama Buara Metro Jaya , klub Taekwondo yang berasal dari Bumi Mutiara dan sekitarnya J
Disini,semua cerita gue di Taekwondo berawal. Mulai dari keraguan dan kebimbangan gue untuk masuk ekskul ini, hari pertama ikut Taekwondo, kekoplakan gue saat nendang target di hari pertama, gengsi gue akan sabuk putih, support dari banyak teman dan yang paling menarik adalah kisah cinta gue di angkot. LOL!
Oke, daripada panjang lebar gue mulai dari awal ya. Dulu, gue gak punya pikiran untuk masuk ke dalam ekskul ini. Namun, ada satu orang yang menginspirasi gue. Dia adalah sahabat terbaaaaaaaik gue. Namanya Devia Anggraini. Dia pintar, baik, manis, lucu, tapi kadang ngeselin kalo ngeledekin gue. Biasanya, anak GEPANCI TRI KI memanggilnya Viar. Dia sekarang sudah sabuk hijau dan bulan Juni mendatang dia akan mengikuti ujian kenaikan sabuk. She’s will get a greenstrip’s belt!! GREENSTRIPS! *gueulangbiargreget*
Haha,hebat banget kan dia? Nah, makanya gue terinspirasi sama dia. Gue pengen kayak dia. Bisa punya sabuk hijau. Aih! Pengen! *apengbangetya*
Oke, back to the story aja ya, karena terinspirasi sama Viar gue akhirnya masuk Taekwondo. Pertama kali gue masuk Taekwondo itu saat para Taekwondoin sparing sama unit lain. Disitu gue booring, badmood, dan bete abiss. Gak ada latihan apapun buat gue yang baru masuk, gue pakai baju olahraga sendirian sedangkan yang lain pada pake seragam Taekwondo, dan yang pasti gue kesel banget saat itu. Shit! Gue datang disaat yang tidak tepat...
Dan gara – gara hal itu sempat ada pikiran untuk langsung keluar Taekwondo. Tapi karena gue udah pesan + bayar seragamnya, gue gajadi keluar. Kan sayang beli tapi gak dipake! Dan akhirnya, gue memutuskan untuk tetap ikut Taekwondo. Tapi tetep aja, gue agak males ikut Taekwondo. Takut kejadian sama terulang di hari – hari latihan yang lain. Wks.
Tapi, ternyata pada hari kedua semua berbeda, semua berubah di luar fikiran gue. Saat itu memang lagi gak ada sparing. Jadi, gue ikut latihan. Tapi tetep aja, di hari kedua ini gue agak kesel karena waktu itu gue pakai sabuk putih sendiri. Sedangkan adik – adik kelas gue banyak yang udah memakai sabuk kuning, bahkan kuning strip. Gue sempet ngomel, menggerutu sendiri karena sabuk putih gue. Namun tanpa disangka, gue malah dapet banyak kata – kata motivasi yang bukan hanya dari sabeum, Viar, tapi juga malah dapat dari para adik – adik kelasku. Dan ini beberapa kata motivasi mereka yang gue inget :


Ø  Sabuk putih itu, adalah sabuk kebanggaan. Karena tanpa adanya sabuk putih, tidak akan ada sabuk hijau, biru, merah, bahkan hitam.

Ø  Kesuksesan seorang atlet Taekwondo berawal dari sabuk putih.

Ø  Semua Taekwondoin juga pernah memakai sabuk putih, termasuk saya.



Ya, kata – kata itu bagus banget menurut gue. Favorit gue banget tuh! Gimana menurut lo? Keren kan? Haha!
Ohya, sebenernya tuh yaa, dari kelas satu SD, gue memang sudah direkomendasikan sama mama gue untuk ikut ekskul Taekwondo di SD tercinta gue, SDS Bunda. Namun, dengan begonya gue malah menolak tawaran itu dan ikut ekskul musikalisasi. Okesip, gue nyesel banget gak ngikutin apa kata Mama gue. Karena harus lo tau, jika gue ikut Taekwondo dari dulu, dari kelas satu SD, udah pasti gue sekarang minimalnya sabuk merah! Atau bahkan, hitam! Tapi cuma gara – gara mental anak Mami yang dulu pernah melekat di gue, gue sekarang masih sabuk putih. Arrgh!
Tapi gak apa – apa deh. Mungkin, ini memang sudah suratan dari Allah buat gue. Ini takdir gue. Allah maunya gue masuk Taekwondo sekarang, bukan waktu itu. Dan intinya, Allah mau ngasih rencana yang terbaik buat gue, walau gue gak tau apa rencana itu. *asiksokbijak*
Emm, sebenernya gue masih mau curhat lagi sih. Tapi, gimana yaa.. Udah capek ngetik nih.. Etapi, tunggu dulu deh. Gue udah kebelet curhat nih. Kan gak lucu yaaa, kalo gue ke toilet gara – gara kebelet curhat! Masa iya entar gue harus ngobrol sama tembok buat curhat? That’s so crazy, right?
Okesip. Jadi curhat gue ini masih gak jauh – jauh dari Taekwondo juga. Tapi, lebih tepatnya lagi sebenernya tentang gue yang lagi jatuh cinta. Jatuh cinta dengan adik kelas lebih tepatnya. Haha, aneh memang. Tapi, gue yakin lo pasti bakal lebih menganggap gue lebih ‘aneh’ jika tau kalo gue itu suka sama dia cuma gara – gara salah satu kata motivasi yang gue post tadi dia kasih ke gue. Dia perhatian sama gue. Dia suka senyum sama gue, suka ngelawak sama tementemennya ke gue biar gue ketawa. Intinya, dia bikin gue meleleh. Dia bikin gue suka sama dia. Dia bikin gue pengen selalu dekat dengannya.
Dan, lo tau? Mendengar suaranya aja udah membuat gue seneng. Melihat dia sekejap aja rasanya udah membuat gue selalu senyum – senyum sendiri. Pokoknya, susahlah mengungkapkannya! Mhihi...
Hmm, udahan dulu yaa. Untuk kisah gue yang di alinea – alinea terakhir tentang suka – sukaan itu *ehem* gue lanjut di posting berikutnya yaa.. Gue pengen tidur dulu nih. Jangan kangen yaaa... Bye! See you at my next post, ciatt ciatt muahhh






© Cla's Random Thoughts | Blogger Template by Enny Law