Hai guys,
kali ini gue mau
curhat nih guys. Curhatan gue kali ini tentang FLS2N! Yap, Festival Lomba Seni
Siswa Nasional! FLS2N sendiri merupakan agenda tahunan Kementerian Pendidikan
Nasional yang dimulai tahun 2008.Tujuan dari FLS2N ini adalah untuk
memfasilitasi dan memotivasi peserta didik yang mempunyai bakat di bidang seni,
agar dapat meningkatkan skill dan kemampuan sesuai dengan bidang seni yang
dimilikinya. Kegiatan ini juga dalam rangka pembentukan sikap/karakter yang
penuh dengan kreativitas, rasa persahabatan dan kebangsaan yang tinggi antar
sesama peserta didik untuk meningkatkan mutu pendidikan. Syarat untuk mengikuti
FLS2N adalah sbb :
1. Siswa kelas VII atau VIII yang masih berstatus sebagai siswa SMP saat mengikuti lomba.
2. Terpilih sebagai peserta terbaik dari setiap jenis/cabang lomba, tingkatan lomba.
Nah, mungkin, sebagian dari
lo semua pada bingung kan, kenapa gue ngebahas tentang FLS2N? Okesip, gue
jelasin. Waktu hari Kamis pada tanggal 11 April 2013, gue baru aja mengikuti
sebuah lomba cerpen di SMPN 1 Ciawi, kabupaten Bogor yang ternyata saat gue
liat posternya bernama FLS2N. Disana, gue happy banget. Karena selain mendapat
pengalaman, gue juga bisa menemukan banyak cogan! *digeplak
Tapi, walau begitu gue juga
kesel karena ada sesuatu hal yang gak biasanya. Dan, mungkin gue gak bisa
jelasin apa ‘hal’ itu. That’s my privacy, bray!
Ok, back to the story, FLS2N
itu ternyata terdiri dari banyak lomba loh. Mulai dari lomba menyanyi, menulis
puisi, vocal group, menulis cerpen, cipta lagu, tari, membaca al - qur’an , mendesain
batik, sampai lomba story telling. Di sekolahku sendiri, yang terpilih untuk
mengikuti lomba menulis puisi adalah sang master pencipta puisi, yaitu Dian
Nurmalia. Sebenarnya, ada lagi salah satu siswa yang banyak menciptakan puisi
bagus dan disarankan untuk mengikuti lomba itu. Tapi dasar nyebelin, dia malah
menolak. Pftt..
Ohya, untuk lomba vocal
group, guru kami mempercayakan kepada Iqbal, Agy, Adel, Nadya dan salah satu
anak kelas 9 yang sering dipanggil Kak Opay *kalogaksalah. Lalu untuk lomba
menulis cerpen, guru bahasa Indonesia yang tak lain dan tak bukan adalah
walikelas gue mempercayakan gue, Devia, Lulu, dan Mita untuk ikut lomba tsb.
Lomba desain batik kepada Nuriana dan Siti Badiah, lomba tari kepada Annisa
Bella, Bilqis, Rana, Diba, Eugen. Terakhir, lomba Story Telling dipercayakan
kepada Farhan Setiawan.
Hmm, for your information
guys, gue sempet stress saat gue tau peraturannya itu harus sampai di lobby
sekolah pada pukul 6 pagi. Oh my... Lo semua tau kan kalo gue bangunnya siang?!
Terus, gimana dong gue? Masa iya gue harus ngundurin diri ke guru atau masa iya
gue harus nginep di sekolah gue ditemenin hantu – hantu penjaganya? Bisa – bisa
gue gaada yang nemenin di sekolahan , karena hantu penjaganya bakal kabur kalo
liat gue! Oh my...
Akhirnya, gue bikin strategi.
Saat sehari sebelum perlombaan, gue ga tidur siang biar malemnya gak insomnia,
lalu bisa bangun cepet. Dannn... YUPI! Eh salah, maksud gue YIPI! gue berhasil.
Gue bisa bangun pukul 03.34am , tepat saat alarm gue bunyi. That’s so amazing
for me, aii~
Dan setelah gue bangun, gue
langsung mandi. Setelah mandi, gue prepare. Terus gue breakfast. Dan, setelah itu gue main facebook sampe jam setengah
enam. Dan saat jam setengah enam mama gue langsung nelpon nomer (021)2650-9000
untuk pesan taxi. Dan lima menit
kemudian, taxi pun datang. Dan gue
sama Mama gue masuk. Terus Mama gue langsung nyuruh Pak Supir nya untuk jalan
ke SMPN 3 Gunung Putri, alias sekolah tercinteeeh gue.
Dan, saat sampai, gue langsung masuk sendirian. Mama gue? Ya
pulang kerumah! Dan, betapa terkejutnya gue. Ternyata oh ternyataaaa... DISANA
GAK ADA ORANG CUY! Gue langsung ngangkat tangan kiri gue untuk melihat jam
tangan yang gue taruh ditangan kiri gue. Padahal udah hampir jam 6am, tapi
belum pada dateng bray! Eghhhh!
Tapi tiba – tiba pintu lobby terbuka. Gue mulai merinding.
Apa mungkin ada setan yang muncul pagi – pagi? Atau, apa seangker itukah
sekolah gue, sampai bisa – bisanya ada hantu penunggunya? Beribu pertanyaan
dikepala gue pun mulai muncul. Tapi tiba – tiba terjawab saat gue denger suara
yang memanggil gue. Oh, gue kenal suara itu. Gue mulai berani menoleh ke belakang dan, hhh.. ternyata Iqbal.
Gue langsung berlari kecil ke lobby. Terlihat oleh kedua mata
ini *hahasekk* dua orang yang gue bener – bener kenal. Mereka adalah Iqbal yang
tadi gue kira setan dan Eugene. Gue langsung menyapa mereka satu persatu lalu
duduk di sofa lobby. Gue langsung merogoh BB gue dari dalam tas kesayangan gue yang bermerk polo dan mulai mengirim pesan ke Viar yang kurang lebih, isinya
seperti inih
Vi, lo lagi dimana?
Gue udah sampe di sekolah nihhh
|
Lalu, beberapa menit kemudian,
bukannya SMS gue dibales, malah Viar udah dateng! Yeay! Setelah itu, gue sama
dia ngobrol sampe semua peserta dateng. Sebelum semua peserta dateng, kita –
kita nonton Spongebob Squarepants
yang setiap pagi selalu menyapa penonton Global TV. Yeay!
Singkat cerita, saat semua
peserta udah pada ngumpul, kita – kita langsung berangkat. Sebagian di mobil
Pak Syawal dan sebagian di mobil Bu Tri. Dan gue sendiri kebagian ikut mobil
Pak Syawal.
Perjalanan ke SMPN 1 Ciawi
kami lewatkan dengan banyak perbincangan dan celotehan. Hingga tak terasa, kami
sampai disana. Ternyata, perjalanan dari sekolah gue ke SMPN 1 Ciawi memakan
kurang lebih 1,5 jam. Lama juga ya, bray?
Setelah sampai, gue langsung
turun dari mobil Pak Syawal. Dan pandangan mata gue pertama kali menangkap 3
orang cogan yang berasal dari salah satu sekolah Islam terkenal di Cibubur.
Namanya? Adadeh :p
Gue langsung jalan bareng
temen – temen. Disana kami mendaftar ulang, lalu mencari ruangan lomba masing –
masing. Dan kalo gak salah, lomba cerpen yang gue dan ketiga temen gue ikuti
itu berada di kelas 7H. Dan saat baru mau masuk, ternyata ruangan itu penuh.
Viar yang gak tahu kalo ruangan itu penuh dengan PD nya langsung masuk aja dan
ternyata benar! Ruangan itu penuh! Dengan watados- nya Ia segera keluar ruangan
itu. Akhirnya kami kebingungan dan segera menanyakan kepada panitia dimana ruangan
untuk perlombaan cerpen yang masih kosong. Dan dengan ramahnya, Ia menunjukkan
sebuah ruangan tepat disebelah ruang kelas yang penuh tadi. Akhirnya kami
berempat masuk kedalam ruangan itu. Dan... PAS! Ada empat buah kursi kosong
disana! Gue pun memilih duduk bersama Viar, dan Lulu bersama Mita.
Tak lama kemudian, sang
pengawas lomba cerpen datang. Ia membagikan selembar kertas folio bergaris dan
membacakan temanya. Kalo gak salah, temanya itu ada karakter – karakter bangsanya
gitu. Gue lupa banget. Soalnya panjaaaaaaaaaaang banget temanya. Dan oh my..
Waktunya cuma dua jam! Zzzz lieur aing mah :s
Dan dua jam kurang lima belas
menit gue lewati dengan santai. Tapi, aahh! Lima belas menit terakhir gue
lewati dengan kondisi writer block.
Aaahhh, golok mana golok?! Gue mulai resah, gelisah. Keringat mulai bercucuran.
Kertas folio itu pun mulai basah. Apalagi saat Viar sudah selesai dengan
cerpennya, lalu mengumpulkan kepada Ibu Pengawas. Hhh, makin puyeng guee!
Dan, akhirnya dengan otak pas
– pasan, gue selesain tuh cerpen. Fufufu, ciatt ciatt, akhirnya tuh cerpen
selesai tepat di dua jam. Fiuhh..
Selesainya mengerjakan cerpen,
gue dan ketiga teman gue langsung kearah panggung lomba tari. Dan yay! Tepat
waktu! Pas banget saat Gue , Mita , Viar dan Lulu kesana, grup tari dari SMP
gue maju menarikan lagu ‘Jali – Jali’ dari daerah Betawi. Pertama – tama sih
berjalan dengan mulus, tapi tak disangka, Sound
System nya malah bermasalah. Lagunya salah pula. Aduh! Tapi setelah Sound System – nya dibenerin, semuanya
berjalan dengan lancar.
Then, setelah melihat aksi penampilan tari mereka, kita –
kita langsung ke atas, ke ruangan vocal
group . Disana, ada Iqbal, Adel, Agy, dan kak Opay. Ternyata eh ternyata,
mereka udah selesai tampil! Akhirnya, kita kebawah dan mencari ruangan
mendesain batik. Kita berniat untuk mencari Badiah dan Nuriana. Tapi ternyata?
Mereka udah gak ada diruangan! O Em Jeeeh! Kesel bray!
Karena gatao mau ngapain, akhirnya gue, Viar dan Lulu pun
naik ke atas, lagi. Gue langsung ngintip dari jendela untuk melihat penampilan vocal group yang saat itu sedang maju.
Dan aih, gue meleleh. Ada cogan. LAGI! Oh em jeeh, dia cool abis. Diantara temen – temennya cuma dia yang paling cool , karena emang dia cool dan temen – temennya gak ada cakep –
cakepnya. Haha. LOL! Mata gue pun terus merhatiin dia. Aih, gue sepertinya lagi
kena yang namanya ‘jatuh cinta pada pandang pertama’ , ahaydeu! Setelah dia
selesai tampil, gue pun kehilangan jejak si cogan itu. Hmm, gak jodoh emang :(
Singkat cerita, akhirnya kami pulang. Kami pulang agak lama,
karena kami harus menunggu Farhan yang sedang mengikuti lomba Story Telling. Setelah Ia selesai dengan
Stroy Telling – nya, kami pun pulang.
Hufftt, berat rasanya meninggalkan SMPN 1 Ciawi. Garela abis sumpah. Lo tau kan
karena apa? Hihi!
Setelah itu kami pulang. Di perjalanan pulang, gue bener – bener gak kuat nahan pipis because what, si Adel itu ngelawak mulu! Ahaha..
Dan setelah hampir satu setengah jam lamanya, kami sampai di
sekolah asal kami, SMPN 3 Gunung Putri. Disana, kami berlari – larian ke toilet
berebut pipis. Lalu ke kantin sekolah. Tapi dasar sial, kantin ternyata sudah
tutup! Kami pun baru menyadari bahwa memang waktu sudah menunjukkan pukul lima
sore. Kami pun segera memberi tahu guru yang sedang bertugas untuk membunyikan
bel agar bel itu segera dibunyikan. Dan TRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING, bel
berdering kencang. Semua anak kelas tujuh segera berlarian keluar dari pintu
kelasnya. Aku dan teman – teman pun juga segera pulang. Then, this is the ending of my story.. Laffya gengz!
